Featured

http://www.thegourmetchic.com/feeds/posts/default

Genki Sushi @Mall Kelapa Gading

9/24/2016
Satu lagi restoran JEpang yang memberikan pengalaman berbeda saat bersantap. Restoran sushi dengan teknologi tinggi, Genki Sushi . Kenapa? KArena mereka mengantarkan makanannya menggunakan kereta, bahkan kursinya disusun seperti di dalam kereta. Sebenarnya restoran ini bukan restoran yang baru. Mungkin sudah ada sekitar setahunan lalu.
Cabangnya tersebar di beberapa mall besar seperti plaza senayan, Emporium Pluit, Grand Indonesia, Central Park dan yang aku kunjungi, Mall Kelapa Gading





Restoran ini memiliki lumayan banyak kursi dengan 4 baris tempat duduk dengan 4 rel kereta. Keadaan restoran saat itu tidak terlalu ramai, hanya sekitar 4 atau 5 meja saja yang terisi. Wajar saja karena waktu masih menunjukkan pukul 10.30 pagi.


Pemesanan dilakukan menggunakan ipad, cukup diklik saja makanan yang kita inginkan dan kalau sudah OK langsung submit, kalau ragu klik makanan yang sudah masuk di layar saja. Satu kereta hanya bisa memuat 4 menu dan sekali sudah submit tidak bisa dibatalkan. 

Nanti sebelum kereta kita datang, akan ada suara yang menandakan mau ada kereta lewat. Kita bisa melihat dari tombol kuning yang ada di bagian bawah atau atas. Kalau kedap kedip berarti makanan kita akan datang. Setelah ambil makanannya, kita harus memencet tombol kuningnya lagi untuk mengembalikan keretanya ke stasiun heheh ^^


Chicken Teriyaki Bowl Set Rp. 75.000 (makan siang) dan 125.000 kalau sore. 
Untuk jam detailnya agak lupa.Paketnya terdiri dari Chicken Teriyaki Bowl, Wakame Salad, Chawan Mushi, Miso Soup . Bumbu Teriyakinya tidak terlalu banyak tapi cukup melapisi ayamnya tidak membuat kulit ayamnya melempem, masih ada sedikit garing, Sayangnya karena bumbunya cukup minimalis, jadi agak sedikit seret, untung ada miso sop dan saladnya.




Mentaiko Salmon Sushi Rp. 24.000
Di antara banyak sushi, Sushi ini yang paling pengen aku makan. Salmon setengah matang dengan tambahan mentaiko (cod roe)


Setelah selesai, bisa langsung klik view bill saat sudah OK akan keluar tulisan seperti ini lalu bawa ipadnya ke kasir. Selesai dhe
Secara keseluruhan, aku cukup terkesan dan memberikan pengalaman baru dalam menyantap makanan. Menu sushinya juga sangat beragam, sampe-sampe bingung mau pilih yang mana hehehe. 

Genki Sushi
Mall Kepala Gading 2 (dekat Foodhall)

[KOREA] Day 2 : Keliling Jeju (UPDATE)

9/17/2016
Setelah kemarin bertualang sebentar di Seoul. Hari ini adalah jadwal mengelilingi Pulau Jeju. Hari masih berkabut seperti semalam. Cuaca juga mendung-mendung tertutup kabut tapi ga dingin malah agak pengap


Taukah Kamu
Jeju biasa disebut Samdado, yaitu pulau dengan 3 hal yang berlebih : Angin, Batu hitam dan wanita. Makanya angin di sini cukup dasyat sampe-sampe pesawat bisa delay. Kalau batu hitam katanya karena pulau ini terbentuk karena adanya letusan gunung. Untuk yang wanita agak lupa, cuma yang aku inget katanya satu lelaki bisa punya banyak istri dan ketika zaman perang, para lelaki banyak yang meninggal karena perang. Jadi sisanya kebanyakan cewe. Selain itu di Jeju ternyata yang bekerja itu perempuannya. Mereka ngurus anak,arap sawah masak juga, semuanya dhe.

Hari ini rencana kumpul jam 9 pagi, tapi tour leadernya sama busnya malah telat sekitar 30 menit. Tujuan pertama hari ini adalah Alive Museum. Museum yang di dalamnya terdapat banyak aneka lukisan 2 dimensi yang terlihat 3 dimensi.



Tempatnya sebenarnya tidak terlalu besar tapi di dalam dibuat sedemikian rupa, berkelok-kelok, sehingga ada banyak foto yang bisa kita explore.






Kami di sini sampai sekitar jam 11 sambil menunggu kepastian untuk tempat selanjutnya. Tempat selanjutnya adalah menaiki Yacht. Karena bisa tidaknya kita naik Yacht tergantung dari cuaca,


Ternyata cuacanya masih memungkinkan untuk berlayar. Walaupun sebenarnya masih berkabut. Jarak dari Alive Museum ke tempat Yacht sekitar 15 menit.



 Bersiap menaiki Yacht


Pas jalan, kapal bergoncang ke kiri dan ke kanan. Ombaknya kurang bersahabat. Tapi aku masih sempat melihat ke bawah dan ada tempat tidur dan toilet,


Guncangannya paling terasa di bagian bawah, jadi aku ke bagian atas dan duduk di pinggir. Sepanjang mata memandang yang ada laut dan kabut. Sama sekali ga tahu ada apa di depan kita.


Aku ga beranjak dari sini karena ombaknya kencang dan sulit untuk jalan-jalan. Untung aku ke atas, karena di bawah banyak yang sudah berguguran. Akhirnya ga lama langsung putar balik.  Ada dua orang yang akhirnya balik ke hotel karena sakit,Setelah terombang-ambing di lautan, sekarang waktunya makan. Perjalanan sekitar 1 jam lebih. Semua orang pada tepar.

Makan siang kali ini berada di satu wilayah dengan Sunrise Peak. Makanannya adalah seafood steambot.



Rebusan dengan aneka seafood seperi udang, kepiting, cumi dan kerang selain itu juga diberi banyak toge kedelai. Rasa kuahnya sangat lembut namun gurih. Setelah isinya habis, jangan lupa masukkan ramyun. Kenyaang. Di sini aku paling suka sama Japcaenya. Juara enaknya

Perut kenyang, lanjut jalan ke Sunrise Peak yang sayang sekali berkabut. Angin juga kencang. Kita tidak bisa naik sampai atas, cuma sekitaran saja. Waktu yang dikasih juga cuma sedikit. Cuma 15 menit. Tour leadernya cukup strict soal waktu.

Perjalanan dilanjutkan ke tempat syuting All In. Seopji. Di sini cuma dikasih waktu 10 menit daan aku cuma duduk-duduk di pinggir pantai deket-deket sama tour leader, Di sini malah difotoin dan diarahin gayanya sama tour leader local yang ternyata kuliahnya bagian photography. Ternyataa hasilnya baguuus lho.

Selesai dari sini, kita akan belajar mengenai kehidupan orang Jeju zaman dulu.
Untuk rumah yang ada di sini masih asli dan dilindungi oleh negara, jadi ahli waris atau keturunan pemilik rumah akan menjaga rumah tersebut.

Harusnya penjelasan dijelaskan sama petugas di sini, tapi malah dijelasin sama tour leader aku tanpa didampingin petugasnya.

Keunikan-keunikan dapat kita temukan di sini, seperti palang pintu yang sebagai tanda ada atau tidaknya yang punya rumah, toilet yang berada di luar, pintu yang berlapis 3 (karena di Jeju banyak angin jadi untuk melindungi rumah, butuh 3 lapis pintu) sampai informasi prosesi melahirkan yang unik.

Semua itu dijelaskan cukup padat berisi, setelah itu petugasnya menjual 4 product, Madu, madu ling tze, nano nano dan tulang kuda,

Aku jelasin sedikit ya soal produknya, kalau madu mirip-mirip lha sama yang lain. Yang aku inget adalah buah nano nano. Katanya untuk pembuatan si nano nano ini, mereka membuatnya di tanah disusun bergantian dengan madu (kalau ga salah)
Kalau untuk tulang kuda, kenapa pakai kuda karena zaman dulu sapi itu mahal dan digunakan untuk sawah, jadi untuk kalsium mereka ambil dari tulang kuda. Kalau dulu mereka bakar dan dihancurkan, sekarang sudah dibulatkan kecil-kecil. Rasanya kayak tanah.


Baru kali ini ketemu penjual kocaaaak banget. Dia campur ngomong bahasa indonesia ala kadarnya dengan bahasa korea plus kata-kata lucu. Terus kalau ngomong cepeeet banget. Dijamin melek dhe
Akhirnya pulang membeli 2 botol madu dan satu madu ling tze.  Fyi: Harga satuannya 40.000 won.


Selesai dari sana lanjut ke Teseum (teddy bear Museum) Cuma satu gedung dan di dalamnya berkelok-kelok. Isinya boneka semua ^^





Katanya ini tempat kerjanya pembuat Teddy Bear


Ngemil Odeng (3.000 won)

Karena di hari pertama kemarin tidak ke Dragon head rock, hari ini sebelum makan disempetin lihat.
Penasaran bentuknya kayak apa??
Aku ga foto. Lihat saja sendiri, Karena ternyata tidak seperti bayangan kita.


Malah ngemil cumi. Di bagian depan ada toko jualan cumi antrinya panjang banget. Aku beli agak belakang dengan harga 7.000 Won. Untuk rasanya biasanya saja, tapi cuminya cukup empuk dan dilumuri bumbu gurih asin dengan taburan bonito.


Tempat Makan Malam




Ikan Kuah. Ikannya ga tau ikan apa, tanya tour guide dia juga ga tau. hehhehe. Satu pot ada 4 potong ikan. Ikannya lembut dengan sedikit lemak yang langsung melting di mulut. Sepertinya sih ini ikan mackarel. Kuahnya tidak terlalu pedas. Selain itu ada beberapa potongan kentang di dalamnya yang tentunya sudah menyerap bumbu ^^.


 Habis dari sini langsung capcus menonton NANTA SHOW. tempatnya berada di tempat yang seperti Taman Ismail Marzuki di Jakarta. Teater kecil dan sedikit terpencil.


Daftar pemain hari itu. Karena terburu-buru, aku tidak sadar kalau fotonya agak Blur.Padahal aku pengen cari pemainnya siapa.



Ini aku dapat dari website resminya. Tapi yang managernya waktu itu bukan dia. Aku suka yang hot guy :p. Walaupun dari jauh keliatan gantengnya hehehhe. Apalagi pas adegan terakhir hehehe :p (penasaran? nonton saja hehhe :p)


Kami sampai cukup tepat waktu, di dalam sudah mulai sedikit acaranya, walaupun belum ada pemainnya.

Awalnya memang sedikit pelan dan membosankan, tapiiii itu cuma menit-menit awal. Setelahnya aku seperti dibuat terkesima dengan penampilan mereka. Paling salut sama stamina mereka, walaupun sudah pada lepek tapi tetep semangat.

Untuk ceritanya sendiri adalah menceritakan tentang suasana dapur ketika mau ada acara. Ada banyak menu yang harus mereka buat dalam waktu singkat. Selama acara tidak ada bahasa yang jelas, jadi walaupun tidak mengerti bahasa korea tidak masalah

Serunya lagi, NANTA SHOW ini ada interaksi dengan penonton, seperti mereka akan melempar beberapa barang atau bahan makanan ke penonton. Lalu ada 2 sesi di mana penonton akan naik ke atas panggung, laluu akan dapat foto kenang-kenangan juga.

Jadi, kalau ke Korea tidak rugi nonton Nanta Show. Selama tour, kayaknya cuma ini yang paling pas waktunya dan pas serunya.

Pulang dari sana langsung pulang, menempuh perjalanan cukup lama dan sampe hotel sekitar jam 10an. Harus Packing.

Bersiap untuk hari esok, kembali ke Seoul ^^

[KOREA] Day 1 : Jkt-Korea (Seoul)- Korea (Jeju)

8/13/2016
Yeah, sebenarnya agak bingung sih mau cerita dari mana dulu. Tapi sepertinya aku mau bahas day perday aja. Soalnya aku mau sebagai record aja, kalau sekali-kali pengen baca aja di blog.

Perjalanan dimulai dari tanggal 2 Juli 2016 jam 6 sore. Karena aku ikut tour dan mesti kumpul jam setengah 9 di dunkin donat terminal 2 D. Penerbangan kita jam 23.45 dengan Asiana Airlines.



Perjalanan ke bandara ternyata lancar dan sudah sampe sebelum waktu yang dijanjikan, bajkan sempet nyemil dulu di Old Town White Coffee. Makanan yang ada juga tinggal sedikit, agak lama juga pelayanannya.

Sekeluarga pesen butter rice dengan chicken chop kalau ga salah. Total kerusakan 4 porsi ini sama 2 teh adalah 300 ribu lebih, hampir 400 kalau ga salah.



Selesai makan masih ada waktu dan aku iseng pasang nail sticker dulu. Lalu perjalanan menuju Korea selama kurang lebih 7 jam dimulai. Untuk review airlinesnya bisa dicek di sini 




Habis ambil bagasi Langsung dijemput sama tour guide local yang lancar banget bahasa indonesianya. Yang ternyata dia belajar bahasa indonesia di Jogya *cuma 7 bulan

Perjalanan dimulai

Pemberhentian pertama, kami melewati blue house cuma sepersekian detik, sampe ga sempet foto heheheh. Katanya bus ga boleh parkir di depan sini, terus ga boleh video juga. Katanya takut dimata-matain dan sekitar situ juga ada banyak polisi yang berjaga-jaga.


Ga jauh dari sana, kita langsung menuju National Folk Museum. Di bagian dalam dijelasin sedikit tentang budaya korea dari kelahiran sampai meninggal.


Foto di atas adalah dukun wanita. Jadi kalau ada yang sakit, sudah dibawa ke tabib tidak sembuh, mereka biasanya akan memanggil dukun, karena dikiranya kemasukan hantu.

Selesai dari situ langsung menuju Gyeongbok Palace yang letaknya masih satu tempat dengan National Folk Museum. Daerahnya masih asri banget dan banyak pohon. Cuaca juga lagi mendung jadi adem dhe. ^^


Kelihatannya sepi

Ternyata pada ngumpul di sini semua orangnya. Pas ke sini juga banyak orang korea yang pakai Hanbok.


Tapi tiba-tiba sepi


Nuansa jaman dulu di tengah kota

Kita cuma dikasih waktu selama 15 menit di sini. Cuma muter-muter bentar terus langsung pergi ke tempat makan Makanan pertama di Korea, SAMGYETANG, makanan khas Korea yang biasa dimakan pas musim panas. Di dalamnya terdapat gingseng, dates dan nasi.


Side Dish


Side Dish



Cara makannya adalah, daging ayam utuhnya dibelah dua kemudian ditambahkan mie dan selamat makan ^^.

Rasa kaldunya tdak terlalu gurih malah lebih hambar, biar ada rasa makannya sambil makan kimchi dan lobak.

Habis itu langsung menuju Bandara Domestik Gimpo untuk menuju Pulau Jeju. Agak ribet sebenernya di dalem karena tempatnya agak kecil dan orang-orang banyak banget yang lalu lalang, entah group tour atau orang lokal.

Di sini kita tidak melewati imigrasi, jadi cuma check in, masukin bagasi, check hand carry dan selesai. Di dalam sini juga ada seven eleven (kalau misalnya mau ngemil)



Banyak penerbangan delay karena hujan

Penerbanganku sih ga delay tapi delaynya pas sudah masuk dan duduk manis di pesawat. Awalnya bilang delay satu jam. Terus tiba-tiba nambah lagi dan akhirnya setelah 2 jam di dalam pesawat, kita jalan juga. Semua karena di Jeju lagi ujan dan angin jadi tidak memungkinkan untuk terbang,


Sampe di Jeju, kami disambut cuaca mendung dan sedikit berangin. Dingiiin.
Seharusnya kita sempet mampir ke Jalan Hantu/ Mysterious Road dan Dragon Head Rock tapi karena delay dan hotel kita sekitar 1,5 jam-2 jam jadi dipindahin ke lain hari.



Selama di Jeju dapet busnya enak dan kursinya luas, ada pijakan kaki juga seperti kursi santai





Kita langsung makan, katanya ini Korean Traditional Food, ada soup ada daging dkk. Katanya biasanya mereka makan ini kalau ada acara-acara penting, misalnya ngenalin pacar ke orang tua. Katanya gitu *Ini kata tour leaderku.


Entah kelaperan atau emank doyan, aku lahap banget makan di sini. Kayaknya semua paduan makanannya enak. Kimchinya, perilla leaf dengan saus, ssamjang-nya, asinan lobaknya, ikan, daging babi rebusnya semua enaak.

Daging babinya sebenarnya ga ada rasanya cuma, ssamjang-nya juara. Pas masuk ke mulut, rasa asinnya seperti meledak dalam mulut *Aku doyan asin. Semua makanan sampe side dishnya ludes semua.

Abis itu memulai perjalanan ke Hotel. Jalanannya berkabut parah dan jarak pandangnya juga pendek banget. Bus juga ga bisa kenceng-kenceng jalannya.



Akhirnyaa sampe di Hotel, sekitaran hotel sepiii dan berkabut, tapi ga dingin. Aku akan 2 malam menginap di sini, Ramada Encore 


Pemandangan dari kamar


Jalanan depan hotel




Di lantai bawah ada sevel dan langsung nyoba Banana Milk ^^ harganya sekitar 1.200 won satunya. ADa 4 rasa : banana, melon, light dan coffee. Sebenarnya aku jajan yang lain juga hehehe :p

Waktunya istirahaat karena besok bakal padet jadwalnya ^^

Diberdayakan oleh Blogger.